PESTISIDA tingkatkan risiko ADHD pada ANAK


 

Ditulis Oleh : Ajee

Apa itu ADHD? Sudahkah kalian tahu? Risiko baik atau burukkah yang terjadi pada anak? Bagaimana ciri-cirinya? Mari kita baca artikel di bawah ini..

ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) yaitu kondisi dimana anak-anak susah untuk memusatkan perhatian, berperilaku hiperaktif dan impulsif atau kombinasi dari ketiganya.

Apa penyebabnya?

Penyebab pasti dari ADHD belum diketahui, tetapi berbagai penelitian menunjukkan adanya ADHD disebabkan oleh genetik atau keturunan, kondisi kelahiran dan makanan beracun, obat dan residu pestisida. Salah satu faktor penyebab ADHD yang terpenting adalah eksposur selama kehamilan terhadap logam beracun (seperti timbal, merkuri, dll), zat aditif  makanan (MSG, pewarna buatan, dll) dan obat-obatan (alkohol, obat bius, dll).

Sebuah studi baru di Pediatrics telah membuat hubungan antara paparan organofosfat, pestisida digunakan pada buah-buahan dan tanaman sayuran, dengan ADHD pada anak. Organofosfat membunuh hama pertanian dengan bertindak sebagai neurotoksin pada serangga. Temuan mereka menunjukkan bahwa anak-anak yang terlahir dari ibu yang memakan buah mengandung residu organofosfat di atas ambang batas memiliki risiko ADHD dua kali lipat dibandingkan dengan anak-anak umumnya.

Seorang ilmuwan Maryse Bouchard mengatakan “semakin tinggi tingkat sisa-sisa Pestisida di dalam air seni, semakin tinggi risiko ADHD di antara anak-anak”. Para peneliti menemukan risiko ADHD hampir dua kali lipat di antara kelompok anak muda yang tingkat zat kimia dalam metabolismenya lebih tinggi, dibandingkan dengan anak-anak dengan tingkat zat kimia yang hampir tidak dapat terdeteksi. Para peneliti mengatakan 40 jenis pestisida organofosfat tercatat dalam daftar pemerintah amerika. Organofosfat adalah jenis pestisida yang paling banyak digunakan oleh petani untuk melindungi buah-buahan dan sayuran. Berbagai penelitian menunjukkan organofosfat menyebabkan hiperaktif dan kerusakan kognitif dan perubahan syaraf dan hewan percobaan.

Kenapa Anak-anak?

Anak-anak lebih rentan pada bahaya kesehatan akibat penggunaan pestisida karena mereka masih tumbuh dan berkembang. Selain itu, anak-anak mungkin terpapar pestisida lebih banyak dibandingkan orang dewasa bila diukur dari berat badannya.

Lynn Goldman, dari jurusan  ilmu-ilmu kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Johns Hopkins di Baltimore, mengatakan pengguanaan pestisida, termasuk organofosfat, meluas di negara-negara berkembang, dimana risiko anak-anak terkena pestisida melalui praktik-praktik pertanian, sangat tinggi. “Anak-anak itu punya masalah syaraf yang lebih serius dan parah. Jadi, kami melihat bukti-bukti serta dampaknya daam populasi secara global,”ujar Goldman.

Pestisida dapat masuk ke dalam tubuh melalui udara, makanan yang diolah dari sayuran yang disemprot dengan pestisida atau dapat juga melalui air minum. Dalam tubuh pestisida akan dipecah menjadi komponen yang bisa terukur dari urin. Secara universal, berbagai penelitian menemukan data yang tidak jauh beda, komponen pestisida ditemukan pada 94% anak. Kadar pestisida yang tinggi diduga meningkatkan risiko anak menderita ADHD.

Karakteristik anak berisiko menderita ADHD?

Tidak semua anak yang hiperaktif menderita ADHD, karakteristik anak yang berisiko menderita ADHD yaitu:

  • Tidak bisa duduk diam
  • Tidak bisa berkonsentrasi pada satu hal pada satu waktu
  • Melakukan aktivitas tanpa peduli efeknya
  • Mudah kehilangan sesuatu, lupa dan tidak dapat mengingat apa yang harus dilakukan
  • Banyak bertindak untuk menarik perhatian
  • Kesulitan belajar
  • Impulsif
  • Ceroboh
  • Membuat kecelakaan lebih dari anak-anak lain
  • Sulit diarahkan
  • Tantrum (mengamuk)
  • Agresif

ADHD dapat menyebabkan anak-anak tidak punya teman, sering membuat kekacauan di rumah dan sekolah dan tidak mampu menyelesaikan PR mereka.

Cara mengatasi / meminimalisir?

Menyadari bahaya pestisida bagi manusia, badan perlindungan lingkungan Amerika telah mengeluarkan batasan residu pestisida yang boleh ada dalam bahan pangan. Namun berbagai penelitian menunjukkan, bahkan sekecil apapun, pestisida bisa mengganggu senyawa kimia di otak. Untuk mengurangi paparan pestisida dari makanan, para ahli merekomendasikan konsumsi produk organik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s